Desa ini bernama Dayah Daboh, terletak di Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Tempat para cendekiawan bordir Aceh berkumpul. Disebut cendekiawan karena memang sangat pandai membuat serta menjual produknya hingga menembus pasar internasional. Letak desa ini tak terlalu jauh dari pusat kota. Jaraknya hanya 16 kilometer dari Kota Banda Aceh dengan waktu tempuh 45 menit ke arah Medan.
Menilik sejarahnya, Dayah Daboh adalah salah satu dari 39 gampong yang berada di Kecamatan Montasik, tepatnya berada di Mukim Montasik. Dayah merupakan tempat atau balai pengajian/musyawarah, sedangkan ‘daboh’ (debus) adalah kesenian tradisional rakyat Aceh, seperti halnya Banten. Dayah Daboh terbentuk tahun 1953, dipimpin oleh seorang syekh bernama Muhammad Yusuf. Akibat seringnya ada pertunjukan daboh atau debus di balai, akhirnya tempat tersebut dikenal dengan nama Dayah Daboh.Dulunya, banyak orang tidak tahu tentang keberadaan Dayah Daboh. Bahkan, sampai sekarang masih ada yang tidak familier dengan nama desa ini. Namun, siapa sangka, seiring berjalannya waktu, Dayah Daboh tak sekadar diketahui oleh orang-orang lokal saja, tapi juga merambah ke dunia nasional dan internasional.
Jika berkunjung ke Dayah Daboh, kebanyakan perajin berkumpul di Dusun Ujong Bung. Ke sanalah berdatangan para tauke yang membantu memasarkan produk kerajinan ke pasar-pasar. Baik itu pasar biasa maupun pasar online. Perajin lainnya tersebar merata di beberapa dusun.